Gabungan Wartawan Se_Lampung Gelar Aksi Didepan Kantor Pengadilan Metro

0

Metro – Puluhan Jurnalis dari orgenisai wartawan dan berbagai media se-Provinsi Lampung menggelar aksi solidaritas didepan kantor pengadilan negeri kota metro. Aksi protes tersebut terkait digugatnya pmberitaan yang di beritakan oleh salah satu media online Beritakharisma.com

Eko Wahyuntoro seorang Jurnalis media Online Beritakharisma.com dilapokan oleh (AH) mantan pengacara korban pencabulan ke pengadilan negeri kota metro terkait  pemberitaan dugaan kasus cabul anak dibawah umur.

Gerakan aksi solidaritas yang bertitik kumpul di Kantor Sekretariat AWPI Kota Metro tersebut kemudian menuju Tugu Pena dan dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Metro, Senin (23/11/2020).

Dalam orasinya pera jurnalis mendorong dan menekan kepada aparatur penegak Hukum agar lebih cermat dan subyektif dalam menangani suatu perkara, apa lagi terkait kusus Pemberitaan.

Dalam kasus pemberitaan, wartawan dilindung oleh UU Pers No 40 Tahun 1999, sesuai dengan kode Etik jurnalistik Nomor:

  1. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  2. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara

“Akan menjadi malapetaka ketika suatu pengungkapan kebenaran dianggap Pencemaran nama baik sehingga, menjadikan sebuah karya nyata sesuai fakta dibungkam hanya karena kepentingan personal pribadi,” ujar Edi arsadad saat berorasi.

Ia juga meminta dengan tegas kepada Majelis Hakim yang menangani perkara untuk membatalkan gugatan tuntutan. “Karena jelas terkait sengketa berita sudah diatur dalam undang-undang Pers melalui mekanisme di Dewan Pers,”tambahnya.

Sementara itu Verry Sudarto Ketua AWPI Kota Metro Selaku Koordinator Lapangan Mengatakan, Jika ada pihak yang merasa dirugikan dalam sebuah karya tulis harusnya melalui hak jawab bukan malah menggugat.

“Kalau ini dibiarkan, pewarta nanti akan terbelenggu dengan adanya pemberitaan, bentar-bentar di gugat,”katanya.

Penggugat lanjut Verry, dasar laporannya adalah pencemaran nama baik, namun dari pihak korban saat mendatangi Kantor AWPI Kota Metro menyatakan, bahwa dia tidak pernah menuntut Eko Wahyuntoro, malah pihak Korban berterima kasih dalam mengawal kasus pencabulan tersebut.

Menanggapi tuntutan pera jurnalis, ketua pengadilan Kota Metro, Yunizar Kilat Daya mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi dari rekan-rekan jurnalis jika ada kekeliruan atau ketidak profesional dalam menangani perkara Eko Wahyuntoro.

“Saya minta kawan kawan semua bersabar, percayakan kepada kami, dan kami akan maksimal untuk memberikan rasa keadilan dalam perkara ini,” bebernya.

Penulis : Tim MGG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here