Fakhri Husaini Pertimbangkan Sungguh-sungguh Shin Soal Pemain Timnas Hanya Bisa Bermain 20 Menit

0
22

Pernyataan coach timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bahwa timnas Indonesia Sekedar sanggup tampil 20 menit, mengundang emosi atau kritik.

“Sudah lama sebenarnya saya ingin berkomentar, Ketika dia (Shin Tae-yong) komentar seperti itu, menurut saya menunjukkan kualitas dia sebagai pelatih.” kata Fakhri Husaini, mantan pelatih timnas Indonesia U-19.

“Ketika saya jadi pelatih, kamu tidak pernah dengar kan saya menceritakan apa saja kelemahan tim saya? Pelatih lain pun begitu, termasuk Luis Milla tidak seperti itu.”

“Saat (Luis) Milla melatih timnas Indonesia, saya tidak pernah dengar dia komentar negatif soal kondisi internal timnya di media (massa).”

“Padahal masalahnya sama. Apa yang diomongkan Shin Tae-yong itu, itu yang kami (pelatih timnas Indonesia) alami semua.”

“Ketika saya membentuk timnas dari awal (timnas Indonesia U-16 pada 2017), saya dan pelatih-pelatih lainnya, kami alami semua, tapi kami tidak mengumbar itu ke media.”

“Buat kami, yang paling penting adalah bekerja. Bukan ngomel kanan-kiri fisik cuma tahan 20 menit, main bola tekniknya kayak kakek-kakek, passing-nya kayak anak SD.”

“Dia tahu enggak itu kesulitan ketika kami menemukan pemain itu seperti apa? Dia tahu enggak ketika (pemain) pertama datang, first touch saja tidak mengerti.”

“Sudahlah, terlalu banyak kalau kita mau buka, tapi kami tidak mau cerita soal kondisi pemain ke media (massa).”

“Kami tahu tugas pelatih itu bukan ngomong di koran, menjelek-jelekkan atau mengumbar kelemahan teknik, taktik, fisik semua pemain. Tugas pelatih itu bukan itu.”

“Dia dibayar mahal untuk memperbaiki itu. Dia dibayar mahal dengan timnya (pelatih lainnya) untuk itu, bukan untuk mengeluh dan diumbar di depan media.”

“Yang kedua, saya enggak pernah, apa yang dia sampaikan itu, saya lihat di anak-anak. Saya tidak melihat bersama tim saya itu, ketika bermain hanya cukup 20 menit saja.”

“Bahkan, kami bisa main 120 menit. Bahkan, lawan yang kram kanan kiri kalau lawan kami.”

“Kamu boleh putar semua pertandingan kami. Suruh Shin Tae-yong itu nontonlah semua pertandingan yang kami mainkan.”

“Coba dihitung berapa banyak tim-tim lawan yang kami hadapi kram. Tidak tahu apakah itu pura-pura kram atau memang benar-benar kram.”

“Kami enggak ada latihan yang lari 20 kilometer, karena program yang kami lakukan betul-betul terukur dan orientasinya ke empat aspek: fisik, teknik, taktik, dan mental.”

“Semua kami gabungkan menjadi satu dalam latihan. Saya tidak pernah bermasalah dengan aspek fisik seperti yang dibilang itu.”

“Dan, semua itu kami lakukan dengan pelatih lokal semua. Tidak dengan pelatih asing. Jadi, berhentilah ngoceh soal itu.”

“Sebagai pelatih asing, itu bisa menyinggung kami pelatih lokal (yang sebelumnya menangani timnas usia muda) dan menyinggung perasaan pemain juga.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here